Kamis, 30 Juli 2009

PELATIHAN PEMBANGKITAN ENERGI METAFISIKA MANUSIA

KATUMBIRI BOGOR:
Untuk memperoleh Energi Metafisika dengan cepat, aman dan nyaman tanpa harus berpuasa, tanpa harus wiridan yang panjang dan melelahkan, tanpa harus melakukan ritual-ritual tertentu, serta tanpa olah gerak atau olah nafas yang memerlukan yang lama.
Maka dengan ini Saya, Kang Agus Jati Permana, mempersembahkan :
"PELATIHAN PEMBANGKITAN DAN PENGAKTIFAN ENERGI METAFISIKA MANUSIA"
(Untuk semua insan manusia tanpa membedakan Jenis Kelamin, Suku, Agama, Ras, Antar Golongan dan Keyakinan).
Selama kurang lebih 15 s.d 20 menit, seluruh simpul-simpul energi sahabat akan saya bangkitkan dan saya aktifkan.
Dalam proses pembangkitan / pengaktifan, saya tidak memegang, memijit atau menyentuh tubuh sahabat. Sahabat hanya disarankan berdoa (berzikir) dalam hati mulai dari awal sampai akhir proses pembangkitan.
Perasaan santai, damai, tenang, aman dan nyaman akan menyertai sahabat dalam proses pembangkitan ini.
Bagi yang sudah terbuka, maka energinya semakin kuat sehingga memudahkan dalam menjalani kehidupan dengan lebih baik dan dapat menangkal hal-hal negatif yang berkekuatan besar dan secara otomatis akan meningkatkan kualitas jatidiri (The Real Self).
Metode yang digunakan bukan melalui pengisian atau transferan (gotri, rajahan, susuk, jimat, bunga-bungaan, kemenyan dsb) melainkan pembangkitan energi manusia yang sudah ada sejak manusia lahir, jadi tidak ada unsur penggunaan makhluk halus seperti jin, khodam dan lainnya.
Sahabat akan dapat merasakan adanya aliran energi metafisika dalam tubuh saat proses pembangkitan dan pengaktifan energi metafisika.
Sahabat dapat merasakan seperti adanya getaran setrum merambat halus, merasakan hawa hangat, dingin atau sejuk, kulit terasa menebal, melihat berbagai cahaya atau warna atau sensasi–sensasi lainnya.
Setelah proses pembangkitan dan pengaktifan, biasanya sahabat langsung merasakan ketenangan, kenyamanan, kedamaian dalam hati. Hal ini berguna sekali sebagai terapi penyembuhan bagi sahabat yang merasa galau, kecewa, sakit hati, stress, depresi dan emosi-emosi negatif lainnya.
Usai pembangkitan dan pengaktifan, maka akan diadakan beberapa praktek untuk membuktikan telah bangkitnya Energi Metafisika tersebut. Sahabat akan dibimbing langsung dan tidak ada istilah "NANTI BISA DI RUMAH".
Setelah itu, sahabat akan diberi buku diktat tentang cara pen-charge-an dan pemanfaatan Energi Metafisika yang telah dibangkitkan.
ADAPUN MANFAAT PEMBANGKITAN DAN PENGAKTIFAN ENERGI METAFISIKA yaitu Memancarkan aura, langsung merasakan ketenangan bathin, badan lebih segar dan bugar, bertahap sembuh dari penyakit yang diderita, membantu membersihan tubuh eterik dan astral, mempunyai kemampuan dalam bidang penyembuhan, kemampuan menarik hati seseorang (asihan), dapat memproteksi secara ghaib anak, istri, suami, rumah, toko, kendaraan dll sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, melariskan usaha/ bisnis, dapat mendeteksi karakter seseorang, lawan bisnis, jujur bohongnya seseorang, menyeleksi karyawan, bagi wanita dapat mencegah dari pelecehan seksual bahkan pemerkosaan, memprogram beladiri, meningkatkan daya keselamatan (dites tusuk, bacok, iris), menarik energi alam (energi matahari, bulan, laut dsb), meditasi terawangan, meraga sukma, serta teknik meditasi suwung untuk mengenal jati diri kita.
Untuk meraih hasil yang maksimal, diharapkan semua itu tidak dilandasi oleh ilmu yakin tetapi harus dilandasi oleh ilmu ikhlas dan ilmu pasrah.
Ikhlas dan pasrah disini adalah kondisi dimana kita masuk ke gelombang alpha dan tetha atau kondisi relaksasi (ketenangan jiwa). Setelah kita masuk ke gelombang alpha tetha, kita berdoa dengan doa yang tidak memaksa disertai penyaluran energi metafisika (sesuai petunjuk yang ada dalam diktat) dan memvisualisasikan niat, kehendak atau apa-apa yang kita inginkan dengan sejelas-jelasnya.
Proses ini jangan dipaksakan (jangan bernafsu ingin cepat mendapatkan hasil). Semakin kita memaksakan kehendak kita maka dipastikan akan semakin mengecil energi metafisika dan daya pengaruhnya serta akan kurang maksimal dalam hasilnya.
Biarkan energinya mengalir seperti air yang tenang namun dalam, seperti berhembusnya angin yang sepoi-sepoi namun bisa menjadi dahsyat dan luas jangkauan energinya.
Manfaat yang terpenting dan terbesar dalam pembangkitan dan pengaktifan Energi Metafisika serta keilmuan lainnya di KATUMBIRI BOGOR adalah timbulnya keyakinan, kepasrahan dan ketakwaan kita terhadap TUHAN YANG MAHA ESA bahwa mempunyai ilmu metafisika yang hebat adalah merupakan ANUGRAH YANG BENAR ADANYA dan BERMANFAAT dalam menjalani kehidupan yang sudah keras ini sehingga kita senantiasa mendapatkan ketenangan jiwa raga karena kita percaya bahwa kita selalu ada dalam lindungan TUHAN YANG MAHA KUASA.
CATATAN :
Biaya Pelatihan : Rp. 300.000,-.
(Salam... Kang Agus KATUMBIRI BOGOR). .

Rabu, 29 Juli 2009

PELATIHAN TETHA HEALING

Katumbiri Bogor :
TETHA HEALING adalah suatu metode penyembuhan yang cukup dahsyat dan bisa diterapkan untuk segala jenis penyakit.
Terapi ini garis besarnya adalah menyalurkan energi penyembuhan melalui gelombang tetha.
Terapi penyembuhan ini bukan di maksudkan untuk menggantikan pengobatan ala barat tetapi sebagai pelengkap (walau banyak juga yang tidak sembuh oleh pengobatan ala barat tapi sembuh oleh terapi ala timur seperti oleh metode penyembuhan TETHA HEALING).
TETHA HEALING membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit Medis (badan raga), Non medis (jalur-jalur energi di badan eterik dan astral), maupun Psikis (badan mental/jiwa).
Bagi anda yang sudah pernah mengikuti pembelajaran metode penyembuhan lainnya maka TETHA HEALING bisa dijadikan "senjata" baru untuk mengatasi berbagai penyakit anda atau pasien anda.
Hal ini kami katakan karena kami telah berpengalaman dalam melakukan terapi penyembuhan dengan menggunakan TETHA HEALING.
TETHA HEALING memiliki konsep, “Mengaktivasi energi pasien dengan menggunakan energi terapis pada gelombang tetha di tubuh eterik pasien dalam hitungan detik lalu biarkan tubuh dan energi pasien yang akan menyembuhkan dirinya sendiri”.
Dalam proses penyembuhan ini, badan pasien yang diaktivasi akan bereaksi seperti langsung merasakan ketenangan bathin, badan menjadi rileks, tenang, damai, tertidur, menangis, atau muntah, bahkan tubuh bisa bergerak sendiri, menggigil, bergetar, berkeringat, ataupun sensasi-sensasi lainnya seperti merasakan hawa dingin, merasakan hawa hangat, adanya getaran energi seperti rasa semut menjalar atau rasa setrum halus, melihat cahaya dll.
Anda tidak perlu khawatir, itu adalah bagian dari proses detoksifikasi energi negatif penyakit pasien (beda penyakit beda pula sensasinya) dan juga dikarenakan tubuh manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk memperbaiki serta menyembuhkan dirinya sendiri.
Adapun keunggulan dan keampuhan TETHA HEALING dalam proses penyembuhan penyakit antara lain yaitu :
1. Dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja secara mudah dengan hasil menakjubkan bahkan efeknya seringkali seketika.
2. Dapat diterapkan untuk segala penyakit medis, non medis dan psikis. Merupakan metode penyembuhan holistik (menyeluruh) mencakup pikiran, tubuh dan jiwa (mind, body & soul).
3. Bisa dilakukan tanpa perlu menyentuh tubuh pasien hingga puluhan menit atau berjam-jam lamanya.
4. Penyakit-penyakit yang bisa diterapi antara lain : rematik, prostat, jantung, vertigo, stroke, kanker, syaraf terjepit, lumpuh, cedera otot, traumatis, luka bathin, stress, depresi, autis, kecanduan narkoba, homoseksual atau lesbi dan berbagai jenis penyakit lainnya.
Materi TETHA HEALING mencakup :
1. Tehnik mendeteksi penyakit medis, non medis serta psikis memakai teknik pendulum atau teknik chikung/prana.
2. Teknik perlindungan diri dari energi negatif (penyakit).
3. Tehnik memutus energi negatif / penyakit pasien (agar tidak menempel, mempengaruhi atau menulari terapis).
4. Penyembuhan ke orang lain.
5. Penyembuhan massal (banyak pasien).
6. Penyembuhan untuk jarak jauh (seorang atau pun massal).
7. Penyembuhan diri sendiri.
Selain mengajarkan TETHA HEALING sebagai metode utama dalam ilmu penyembuhan, kami juga mengajarkan dan membimbing anda dengan berbagai teknik penyembuhan lainnya. Teknik-teknik ini cukup penting karena bisa di gunakan juga sebagai terapi penyembuhan pelengkap. Dengan materi tambahan ini, anda diharapkan tidak perlu lagi mengikuti pelatihan penyembuhan yang lain sehingga anda bisa berhemat waktu dan uang.
Adapun materi tambahan yang kami ajarkan meliputi :
1. Teknik penyapuan dan pengambilan energi negatif di badan eterik dan astral pasien.
2. Teknik pengumpulan dan penyaluran Prana / Chi untuk memperkuat proses penyembuhan.
3. Metode penyembuhan dengan transfer energi dan pemindahan penyakit ke suatu media.
4. Tehnik penyembuhan diri sendiri (self healing) dengan gerakan-gerakan Yoga + Yoga Jari yang sederhana namun telah teruji untuk memperingan bahkan menyembuhkan berbagai penyakit.
6. Sebagai bonus anda akan diberi sebuah jarum ghaib (dan cara mempraktekkannya) yang akan berguna untuk memperbaiki jalur-jalur meridian pasien yang terganggu.
CATATAN :
BIAYA PELATIHANNYA Rp. 650.000,-
(Salam....Kang Agus KATUMBIRI BOGOR)

Selasa, 28 Juli 2009

EFEK DARI TERAPI TETHA HEALING

Tetha Healing adalah suatu metode penyembuhan dengan menyalurkan energi melalui gelombang Tetha.
Tetha Healing juga adalah sebuah metode penyembuhan spiritual karena pasien di tuntun untuk merilekskan fikiran dengan cara diturunkan gelombang otaknya dan dituntun berdoa kepada Tuhan dengan doa yang tidak meminta apalagi memaksa Tuhan.
Tetha Healing bisa juga disebut penyembuhan komplementer karena bisa didayagunakan sebagai penunjang proses penyembuhan medis (barat/kedokteran) pada tubuh raga manusia.
Hal ini dikarenakan Tetha Healing didayagunakan ditubuh mental (penyakit psikis) dan tubuh eterik/tubuh energi manusia (penyakit non medis/gangguan energi pada jalur-jalur meridian).
Pada pasien (terutama yang peka atau sensitif) yang diterapi memakai Tetha Healing akan merasakan berbagai sensasi yang kadangkala sensasi-sensasi tersebut membuat tidak nyaman seperti : mual, pusing, ingin muntah, tekanan di sekitar dada, berkeringat, berteriak kesakitan, bahkan pernah ada yang memuntahkan benda-benda dan binatang-binatang tertentu.
Selain sensasi-sensasi tersebut, Pasien juga bisa merasakan berbagai sensasi lainnya seperti : anggota tubuh bergerak sendiri, merasakan desiran angin di bagian tubuh tertentu, merasakan denyutan dan putaran energi di kepala dan dahi, merasakan adanya aliran energi dibagian tubuh tertentu (seperti ditusuk-tusuk jarum, panas, dingin, merasakan seperti mau terbang, melihat cahaya atau gambaran-gambaran tertentu).
Pasien tidak akan sama dalam merasakan sensasi-sensasi tersebut dan juga pasien tidak perlu khawatir akan adanya sensasi-sensasi tersebut (kadang bisa 1 jam dan juga bisa seminggu merasakan sensasinya) karena itu adalah proses detoksifikasi (pembersihan) energi negatif pada pasien.
Semua sensasi yang disebutkan di atas bisa dirasakan oleh setiap pasien terutama bagi pasien yang peka. Akan tetapi jika semua sensasi itu tidak dapat terasa, ga usah khawatir karena itu bukan hal yang penting terjadi.
Energi tetap ada dan mengalir untuk menyembuhkan penyakit.
Yang penting adalah adanya perubahan cara pandang dan kepasrahan dalam memandang dan menerima situasi serta kondisi penyakit juga cara memandang hidup (selalu berfikir positif), adanya perubahan dalam sikap (sabar, pasrah, syukur).
Setelah proses penterapian dengan menggunakan Tetha Healing selesai maka Terapis dan pasien wajib berterimakasih kepada TUHAN YME akan hal-hal yang telah, sedang dan akan terjadi dalam proses penterapian.
Ingat... kesembuhan akan datang jika dalam proses penyembuhannya, pasien ada dalam kondisi ikhlas dan pasrah serta menerimakan situasi, kondisi dari penyakit yang diderita.
(Salam... Kang Agus Katumbiri Bogor).

Senin, 27 Juli 2009

ILMU KEMATIAN: BELAJAR MATI SEBELUM MATI

SEBELUM MEMBACA, MOHON KOSONGKAN DULU GELAS ANDA. TERIMA KASIH.
KATUMBIRI BOGOR :
Jika ada seseorang manusia yang sudah merencanakan dan mempersiapkan kematiannya jauh-jauh hari maka ia sebetulnya adalah seorang yang cerdas karena ia sudah mempunyai visi jauh kedepan.
Apalagi jika ia sudah mempunyai rencana, persiapan, impian atau cita-cita bahwa kematiannya harus menjadi sebuah peristiwa kematian atau akhir hayat yang indah.
Wah,.... sungguh cerdas sekali.
Karena ia tahu kematian adalah satu kunci menuju ke sebuah level kehidupan yang lebih tinggi lagi.
Kehidupan abadi yang penuh kedamaian.
Sahabat, berkaca pada hal tersebut, dalam dunia spiritual (tarikat) ada sebuah ujaran yang mengatakan “Antal Maut Qoblal Maut” yang artinya belajar mati sebelum mati.
Mengapa perlu belajar mati dan belajar ilmu kematian?
Karena itu adalah wahana untuk mengenal sang jati diri yang sesungguhnya (The Real self) dan untuk mengenal Sang Maha Kuasa (The Higher Self).
Diperkuat oleh sebuah pepatah yang mengatakan “Barang siapa yang mengenal dirinya maka ia akan mengenal Tuhannya dan barang siapa yang telah mengenal Tuhannya maka merasa bodohlah ia dihadapan-NYA”.
Sahabat, dalam hal ilmu kematian atau ilmu belajar mati sebelum mati, anda akan dituntun bagaimana tahapan-tahapan mati sebelum mati.
Yang pertama adalah belajar mencintai fisik kita dari ujung rambut sampai ujung kaki lalu belajar mengenal sifat-sifat kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Lalu kita belajar mengetahui apa yang dimaksud dengan JIWA, apa hubungannya antara jiwa dan fikiran?... seperti apa rupa jiwa dan ada berapa jiwa kita tersebut. Apa peranannya bagi kehidupan kita?
Selanjutnya mengenal apa dan seperti apa rupa RUH pribadi kita?
Setelah itu akan dituntun bagaimana kita belajar mati sebelum mati dengan latihan mengeluarkan jiwa-jiwa kita melanglang buana menuju dunia luar (mikrokosmos) lalu masuk ke dunia dalam (makrokosmos).
Manusia adalah makrokosmos karena jiwa manusia lebih luas daripada alam semesta.
Kita juga akan belajar menutup pintu-pintu hawa nafsu dan menyatukannya di alam suwung.
Keikhlasan dan kepasrahan total sangat penting peranannya. Hal ini dipandang penting karena di saat itulah ikhlas dan pasrah adalah kuncinya. Tanpa itu kita akan gagal dalam tahapan ini.
Sahabat, pernahkah terbersit pertanyaan yang berasal dari lubuk hati kita sendiri tentang dari apa dan darimana sejatinya asal kita?...
Posisi kita di dunia dan Tuhan?...
Yang terpenting, jika sakratul maut menjemput kita, jalan manakah yang akan ditempuh Ruh dan jiwa saat akan meninggalkan tubuh jasad?...
Bagaimana dengan nafas kita?...
Apa hubungan antara nafas dengan ruh dan jiwa kita saat menghadapi sakratul maut?...
Berpisahkah atau menyatukah dengan ruh dan jiwa menuju keabadiaan?...
Apakah ruh dan jiwa keluar lewat ubun-ubun?... berlubanglah ubun-ubun kita.
Apakah lewat kepala?... pecahlah kepala kita.
Lewat telingakah, matakah, hidungkah, mulutkah, perutkah atau duburkah?.... itu semua jalannya kotor dan najis.
Lalu lewat manakah jalannya?......
Sahabat, pada saat jiwa-jiwa kita keluar dari tubuh fisik, semua orang hampir mempunyai pengalaman yang sama. Termasuk bergerak masuk ke dalam terowongan kosong atau gelap menuju cahaya terang, bertemu dengan cahaya diatas cahaya, Nur Muhammad, masuk ke alam suwung sehingga merasa betah, tenang dan damai, merasa dikelilingi perasaan penuh cinta, dan sangat rindu berada di sana. Dan saat kita kembali ke alam realita, kita pasti sangat terpengaruh oleh perasaan ini sepanjang sisa hidup kita.
Sahabat, pengalaman menjelang kematian atau belajar mati sebelum mati adalah sebuah peristiwa yang sangat mendalam, dimana hampir semua orang berubah setelahnya.
Seorang yang jarang/tidak berbuat kebaikan akan berubah menjadi seorang yang mengabdi kepada sesama.
Kesehatan fisik dan jiwa mereka juga akan membaik, masalah mental spiritual juga terselesaikan.
Sahabat, kebanyakan orang yang mengalami mati sebelum mati tidak akan bertanya lagi apakah Tuhan ada.
Mereka tahu Tuhan ada.
Saat kita hidup di bumi, kita sering kehilangan hubungan dengan Tuhan. Kita sering lupa akan keberadaan-Nya.
Tetapi, setelah melewati proses mati sebelum mati, kita akan terhubungkan kembali dengan-NYA dengan sangat erat sekali.
Penuh cinta kepada-NYA.
Tauhid Al Wujud.
Insya Allah kita akan mengenal dengan lebih baik lagi dengan Sang Jati Diri kita. Suatu hal yang teramat penting yang ada dalam diri kita. Yang akan menentukan nasib kita pada saat kematian yang sesungguhnya terjadi.
Sahabat, dalam belajar mati sebelum mati, kita akan belajar mengetahui asal kita dari mana?... siapa sesungguhnya diri kita?... untuk apa dan untuk siapa kita hidup?... apa peranan kita didunia?... bagaimana kita berbuat pada hidup dan kehidupan?... serta kemana kita akan berpulang kelak dan bagaimana caranya?... Ada apakah disana?... selamatkah kita disana?... tenang dan damaikah kita disana?...
Sahabat, dalam belajar ilmu kematian di Katumbiri Bogor, sahabat akan diberitahu rahasia atau tanda-tanda jika akan "berangkat" menuju alam sana. Sahabat akan diberitahu tanda 1 tahunnya, 6 bulannya, 3 bulannya, 40 harinya, 20 harinya, 3 harinya, dan jam keberangkatannya. (ini syariatnya, tetap hakikatnya hanyalah TUHAN YME yang tahu dan yang menentukan karena biar bagaimanapun kematian adalah rahasia-NYA).
Hal ini penting guna mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya menyongsong kematian kita. Maka sebelum kita mati, kita diharapkan dapat bersuci terlebih dahulu, berbuat baik, meminta maaf kepada handai taulan, semakin rajin beribadah meminta ampunan kepada-NYA, meminta keselamatan dunia dan akhirat kepada-NYA. Semuanya kita serahkan sepenuh hati, seikhlas-ikhlasnya, sepasrah-pasrahnya kepada Tuhan YME Sang Pencipta dan Penguasa Alam Semesta.
Sahabat, belajar mati sebelum mati adalah sebuah keyakinan yang kontroversial dan ini semua berpulang kepada keyakinan kita masing-masing tetapi harap diingat bahwa kita diharuskan belajar selama kita masih hidup sampai kita mati. Sekali lagi BELAJAR.
Dan dengan belajar ilmu kematian (belajar mati sebelum mati) adalah sebuah ilmu spiritual yang seharusnya kita pelajari dan kita laksanakan selagi kita masih hidup dengan benar, konsisten dan persisten sehingga kita bisa mengartikan dan melaksanakan serta membenarkan sebuah dalil yaitu Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (Asal dari Allah, akan kembali ke Allah dan akan disempurnakan oleh Allah).
Catatan:
Sahabat, jadilah manusia cerdas, manusia yang mempunyai visi jauh ke depan dan mari kita bersama-sama belajar menjadi manusia yang baik dan belajar mati sebelum mati guna mempersiapkan kematian kita sejak sekarang. Bersiap kembali kepada-NYA dengan penuh keindahan dan kedamaian. Amien Ya Robbal Alamin.
Sahabat, belajar mati sebelum mati adalah ilmu bagaimana menurunkan gelombang otak secara bertahap dari gelombang BETHA s.d DELTA dan terakhir dan berakhir di gelombang EPSILON (semakin rendah frekuensi otak, otak akan menjadi semakin jernih, semakin hening, stres hilang, kita menjadi semakin bahagia, kesehatan meningkat dan inspirasi serta ide yang kita peroleh, kualitasnya akan semakin baik pula).
Sahabat, belajar mati sebelum mati adalah tingkatan zikir yang tertinggi yaitu zikir ruh (pertama zikir jahar, zikir khafi, zikir sirr dan zikir ruh).
Sahabat, HARUS DI INGAT DAN DIMENGERTI! jangan sampai salah paham dan salah mengartikan bahwa setelah kita belajar ilmu kematian, ilmu kasampurnaan, ilmu manunggaling kawula gusti kita langsung bisa mengenal TUHAN secara DZAT dan memanunggalkan ruh kita ke DZAT. Itu tidak tepat.
DZAT TUHAN adalah DZAT LAESA KAMISLIHI SAI'UN. Sebuah DZAT yang tiada bandingannya. DZAT yang langgeng, hakikatnya hakikat. Adanya DIA hanyalah DIA yang tahu dan mengerti.
Jangankan kita sebagai manusia, nabi dan malaikatpun takkan mampu melihat dan memikirkannya.
Kita hanya mampu memanunggalkan ruh kita dengan perpaduan DZAT dan SIFAT TUHAN.
Memanunggalkannya di tepian cahaya diatas cahaya.
Melebur ditepian Nurrin Alla Nurron.
Sekali lagi, manunggal bukan ditingkat DZAT. Manunggal hanya pada Tuhan yang bersemayam dalam kalbu diri kita (Perpaduan Dzat dan Sifat Tuhan) bukan dengan DZAT TUHAN YANG MAHA ESA, Tuhan Sang Pencipta, Pemilik dan Penguasa Alam Semesta.
Jika diibaratkan, kita ga usah tau pusatnya samudera dimana, dalamnya samudera berapa, luasnya samudera, samudera terdiri dari apa, ga penting. Yang penting kita hanya membuang air kopi di tepian pantai, air kopinya hilang tak berbekas, menyatu, manunggal dengan samudera walau hanya ditepian pantai, walau hanya di buihnya saja. Hilang. Moksa. Tapi ingat, Tuhan bukan samudera. Itu hanya siloka saja.
Sahabat, sekali lagi diingatkan bahwa setelah kita sudah belajar dan mengetahui ilmu kematian, ilmu kasampurnaan, ilmu manunggaling kawula gusti bukan berarti kita menafikan atau meninggalkan syariat agama.
Jangan begitu.
Kita harus tetap berjalan tegak diatas TAUHID. Menjalankan setiap perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA.
Sahabat, belajar mati sebelum mati tidak sama dengan bunuh diri. Belajar mati sebelum mati adalah wahana untuk mengenal Sang Jati Diri dan TUHAN serta memanunggalkannya dalam cinta karena cinta.
Sahabatku semua,... RENUNGKANLAH dan ambillah sisi positif kata-kata diatas.
Semoga bermanfaat.
NB 1:
Bagi sahabat yang ingin berdiskusi, mengetahui secara mendalam atau sama-sama belajar (karena sampai saat inipun saya, Kang Agus, masih terus belajar), kita saling asah saling asih saling asuh, silahkan datang ke gubuk saya di kota Bogor. Dengan senang hati saya menerima kedatangan anda.
Berapa biaya pelatihannya kang?...
Terserah anda.
Semampunya anda.
Seikhlasnya anda.
Yang terpenting terjalinnya tali silaturahim, menjadi sahabat, menjadi sebuah keluarga.
NB2:
-Carilah guru yang bertanya pada murid. Bukan murid yang bertanya kepada guru.
-Carilah guru yang mampu menjelaskan sejelas-jelasnya dan dapat mempraktekkan ilmunya (soalnya banyak yang pandai berteori tentang ilmu manunggaling kawula gusti tapi pas ditanya prakteknya gimana ehhh ga bisa mempraktekkannya. Hadeuuh capek deh).
-Dan carilah guru yang nyumput buni di nu caang (guru yang bersembunyi, yang tak terlihat ditempat yang terang).
Carilah sampai ketemu.
Minta petunjuknya, minta ilmunya, minta prakteknya.
Ambil manfaatnya dan amalkanlah. Mumpung nafas masih dikandung badan.
(Salam...Kang Agus Katumbiri Bogor).

Sabtu, 25 Juli 2009

HUBUNGAN JATIDIRI MANUSIA DENGAN ENERGI

Energi : Secara garis besar ada dua macam energi yakni energi fisik yang diserap dari benda yang kita makan dan minum. Lalu ada energi yang lebih halus lagi, subtitle energy (prana, chi, qi, premana dll). Energi inilah yang diumpamakan sebagi bahan bakar bagi hidup. Energi ini adalah qudrat. qudrat ada takarannya. setelah mencapai kesempurnaannya maka perlahan-lahan akan terurai dan musnah menjadi unsur-unsur asalnya.
Jatidiri Manusia : Manusia terdiri dari tiga badan yaitu Jasmani, Nafsani dan Ruhani.
JASMANI : Perwujudan Jasmani (corpus) dapat dilihat karena mempunyai bentuk fisik. Jasmani, seperti benda-benda fisik lainnya adalah salah satu wujud energi. Jika kita kupas terus, maka Jasmani atau benda-benda fisik lainnya menjadi tidak ada bentuk tetapi yang ada hanyalah energi.
NAFSANI : Di sebut juga sebagai jiwa, atma, atau sukma ini berlapis-lapis. Ada nafs amarah, lawwamah, sawiyah dan mutmainah. Inilah kendaraan untuk hidup. Pada saat kematianlah nafsani akan dicabut. Pada orang-orang tidak ikhlas dalam saat kematiannya, pencabutan nafsani ini akan menyakitkan sekali. Nafsani adalah merupakan kendaraan untuk menempuh kesempurnaan hidup secara bathiniah. Pada saat manusia tidur maka nafsani keluar masuk dan menciptakan mimpi sedang pada saat meditasi nafsani dapat di gunakan untuk proses meraga sukma, out of the body experinces. Untuk dapat meraga sukma maka diperlukan energi halus yang banyak. Energi yang didapat dari hasil zikir, puasa, meditasi, semedi. Nafsani ibarat kawat dan energi ibarat arusnya sedangkan untuk memperkuat arus maka dapat dibantu oleh olah nafas. Bila tali Nafsani putus maka matilah manusia. Selama belum putus walau nafas sudah terhenti, manusia tetap hidup.
RUHANI : Inilah badan manusia yang paling halus. Suci bersih tiada ternoda karena Ruhani adalah pancaran dari Dzat Illahi. Dengan Ruhani, manusia dapat mengekspresikan sifat-sifat Ilahiah dalam dirinya. Jika nafsani merupakan substansi yang menyebabkan makhluk menjadi hidup, dapat menjalani qudratnya, maka Ruhani merupakan substansi yang mampu mewujudkan iradat manusia.
CATATAN :
Ibarat ada mobil dan ada supirnya tapi tidak ada bensinnya, apakah akan jalan? Ibarat komputer, ada software dan ada hardwarenya tapi tidak ada setrumnya, apakah bisa dipakai? jika manusia (yang terdiri dari tubuh fisik dan nonfisik) tidak mempunyai energi terutama energi halus, bagaimana ia akan hidup dan mati? apa dan siapa yang membantu proses kematian (pelepasan Nafsani dan Ruhani) kita sebagai manusia selain malaikat sakratul maut ???
(Salam...Kang Agus KATUMBIRI BOGOR).

Jumat, 24 Juli 2009

TERAPI PENYEMBUHAN UNTUK MASYARAKAT

KATUMBIRI BOGOR :
Penyakit bisa datang kapan saja. Bisa berupa medis, non medis atau psikis.
Sebagai sarana untuk pengobatan sekaligus penyembuhan, kami menawarkan solusi terbaik bagi masyarakat yang ingin sembuh dengan TERAPI GABUNGAN ANTARA PEMBUKAAN ENERGI METAFISIKA, TETHA HEALING, CHI/PRANA DAN REFLEKSI.
(Maaf, terapi kami tidak menggunakan obat-obatan atau jamu-jamuan).
Adapun prosesnya adalah dengan dibukanya tombol-tombol energi pasien terlebih dahulu sehingga pasien mempunyai kekuatan / energi untuk membuat anti bodi yang berasal dari dirinya sendiri, sehingga pasien dapat ikut mengobati sekaligus menyembuhkan penyakit dirinya.
Selain itu, pasien juga diterapi dengan penyaluran CHI / PRANA.
Hal ini dilakukan untuk memperkuat dan mempercepat proses kesembuhan pasien.
Dalam sesi penyembuhan ini, kami hanya menyentuh tombol-tombol energi di tubuh pasien tidak lebih dari beberapa detik saja dengan memakai metode penyembuhan TETHA HEALING.
Jangan aneh kalau dalam sesi penyembuhan ini, badan pasien akan bereaksi seperti menggigil, bergetar, berkeringat, muntah, tertidur atau sensasi-sensasi lainnya.
Tidak perlu khawatir, itu adalah bagian dari proses detoksifikasi energi negatif penyakit.
Setelah pasien kembali sadar / normal dari pengaruh sensasi-sensasi penyembuhan TETHA HEALING, maka si pasien akan di refleksi atau di akupresur.
Pasien akan dipijat, ditepuk, disentil di telapak kaki, telinga dan telapak tangan pasien.
Jangan khawatir, pasien tidak akan merasa kesakitan.
Justru pasien akan merasa segar karena semua penyumbatan (baik penyumbatan energi di jalur meridian maupun penyumbatan di aliran darah) perlahan akan kembali normal.
Saat di terapi, pasien diharapkan mempunyai rasa ikhlas dan pasrah dalam menerima proses pengobatan / proses penyembuhan, juga menerimakan situasi dan kondisi yang sudah diakibatkan oleh penyakit.
Dengan keikhlasan dan kepasrahanlah proses pengobatan dan penyembuhan ini akan berhasil.
Selama proses penyembuhan, pasien diwajibkan untuk berzikir atau berdoa dengan tulus dalam hati sesuai agama dan keyakinannya.
Bagi sahabat, keluarga, saudara atau teman-teman sahabat yang ingin diterapi, silahkan menelpon saya untuk menentukan waktu dan tempat terapinya.
CATATAN :
1. Bagi pasien wanita, wajib ditemani oleh suami, keluarga atau temannya.
2. Biaya sekali terapi Rp. 100.000,-
(Salam... Kang Agus KATUMBIRI BOGOR)

Kamis, 23 Juli 2009

KATUMBIRI, JIWA, RUH, SEL, ENERGI DAN PROSES PENYEMBUHAN

KATUMBIRI BOGOR :
Mengapa di beri nama KATUMBIRI? Katumbiri dari bahasa Sunda yang artinya adalah pelangi.
Pelangi terdiri dari 7 warna.
Dalam ilmu metafisika, pelangi adalah siloka/perlambang dari 7 jiwa yang ada dalam tubuh manusia.
Jiwa-jiwa inilah yang menuntun kita dalam menjalani hidup dan yang akan di cabut pada akhir hayat nanti.
Keikhlasan dan kepasrahan jiwa-jiwa inilah yang akan menuntun kita ke alam kerahayuan / keselamatan.
Jiwa-jiwa ini jugalah yang akan membantu proses penyembuhan berbagai penyakit dan rasa sakit yang kita derita.
Jiwa berasal dari ruh.
Ruh yang bening dan bersinar terang benderang ini menghasilkan banyak warna dan menjadi unsur.
Unsur ini keluar mengelilingi tubuh raga, tubuh eterik serta tubuh astral manusia dan itulah yang disebut aura dan aura adalah pancaran energi dari sebuah medan energi yang dahsyat.
Jika di ibaratkan komputer, ruh adalah energi listrik yang menyalakan sedangkan jiwa adalah berbagai program atau perangkat lunak dan tubuh adalah perangkat kerasnya.
Apakah semua makhluk mempunyai jiwa?.....
Ya. Pasti.
Kalau semua makhluk punya jiwa bagaimana dengan kursi, meja, kertas, besi, batu, lilin... gimana?
Punya jiwa jugakah?...
Ya punya.
Kok punya sih?... itu semua kan benda-benda mati?...
Tenang... Santai... Rilek...
Mari kita belajar IPA.
Semua benda/materi terdiri dari atom-atom.
Setuju kan?...
Dan atom-atom itu hidup. Ada gerakan. Ada getaran. Ada energi.
Betul kan?....
(contohnya kalau kita sobek sebuah kertas sampai sangat kecil sekali lalu dilihat memakai mikroskop maka kita akan terkejut karena akan terlihat sebuah gerakan dari sobekan kertas tersebut).
Ada sebuah getaran.
Ada resonansi.
Ada energi.
Jadi semua benda atau materi yang ada di alam semesta ini adalah makhluk hidup.
Berenergi.
Berjiwa.
Dan jiwa adalah merupakan pesan dan energi yang terpancar dari Ruh (sumber energi).
Bisa dimengerti?... Setuju?....
Alhamdulillah akhirnya mengerti dan setuju.
Jika jiwa adalah pesan dan merupakan pancaran energi, lalu apakah bisa digunakan untuk proses penyembuhan?...
jawabnya : BISA. Sangat bisa, asal jiwa kita dalam kondisi alpha tetha.
Kondisi ikhlas dan Pasrah.
Harap diketahui bahwa jika jiwa kita dalam keadaan ikhlas pasrah, jiwa kita pasti dibantu oleh energi alam yang luar biasa berlimpahnya.
Jangan lupa, anda tidak usah memakai ilmu yakin tapi pakailah ilmu ikhlas dan ilmu pasrah.
Kekuatan jiwa dalam melakukan proses penyembuhan juga harus di temani oleh fikiran anda.
Jiwa dan fikiran berkomunikasi dalam bentuk gelombang. Jiwa anda akan mengirimkan gelombang pesan kepada fikiran anda.
Fikiran andalah yang akan menyalurkan chi/prana untuk melakukan proses penyembuhan.
Kadang-kadang jiwa anda menyetujui keputusan fikiran anda dan kadang juga tidak. Maka dari itu sebelum melakukan proses penyembuhan, harus kita komunikasikan dan sinkronkan dulu antara jiwa dan fikiran kita.
Caranya?... meditasi dulu.
Masuklah ke gelombang bawah sadar. Akses gelombang alpha tetha. Gampang kan?....hehehe.
Untuk diketahui, ada 2 hal utama yang berhubungan dengan berbagai jenis masalah kesehatan anda, pertama yakni adanya kelebihan energi di ruang-ruang antara sel-sel dan yang kedua adalah adanya kekurangan energi atau tidak memadainya energi diantara ruang-ruang antar sel.
Akibatnya adalah adanya ketidakseimbangan antara unsur dan energi di dalam sel.
Sel-sel merasa tertekan dan menyimpan tekanan tersebut.
Sel-sel mempunyai jiwa.
Sel-sel mempunyai fikiran.
Jadi jangan aneh jika sel-sel bisa menjadi emosional.
Sel-sel bisa merasa sedih, marah, benci, tertekan, tidak bahagia.
Ingat sekali lagi sel-sel mempunyai jiwa dan fikiran sehingga hasil akhirnya adalah penyakit dan rasa sakit.
Terus hubungannnya dengan jiwa gimana kang Agus?...
Sekali lagi, jiwa adalah pesan.
Ajak bicara jiwa-jiwa anda dan juga buatlah komunikasi yang baik dengan sel-sel anda.
Ajak juga fikiran.
Sinkronkan semua.
Komunikasilah dalam gelombang alpha tetha.
Ajaklah bicara sel-sel anda dengan lebih baik lagi.
Berikan senyum terbaik anda dan katakan terimakasih pada sel-sel anda yang sudah sekian lama menemani hidup anda. Setelah itu mintalah sel-sel anda untuk menyembuhkan organ-organ dirinya sendiri.
Lha caranya gimana Kang Agus?...
Tolong sampaikan dengan jelas biar saya dan para pengunjung blog Katumbiri Bogor ini mendapatkan manfaatnya.
Tenang bro and sis... sekali lagi tenang. Mohon di simak ya.
Kang Agus akan berikan contoh bagaimana cara berkomunikasi dengan sel-sel yang ada dalam organ tubuh yang sakit.
Pertama berdirilah. Ga bisa kang.. kan lagi sakit. Okelah... duduk atau bersila saja. Waduh masih ga bisa Kang. Punggung saya sakit. Wah kalau begitu berbaringlah. Nah ini baru oke Kang.
Lanjut.... kemudian perlahan santaikan fikiran anda. Lepas semua beban. Rilekskan wajah anda. Tandanya adalah kening tidak berkerut, pipi mengendur, gigi tidak beradu dan nafas yang ditarik dan dibuang perlahan-lahan mulai panjang dan teratur.
Nikmati dan ucapan syukur atas semua karunia TUHAN Yang Maha Esa dalam setiap tarikan dan hembusan nafas.
Katakan "wahai semua anggota tubuh, kepala, perut, kaki santailah...". Ucapkan dengan tenang penuh perasaan. Setelah itu ucapkan kepada organ yang sakit " wahai organku yang sakit, terima kasih atas pengorbananmu selama ini dan terima kasih untuk rasa santainya saat ini". "Saya mencintai organ tubuh saya yang sakit". "Saya meminta maaf membuatmu sakit". "Jika energi kurang, lebih atau mampet, mohon di aturlah energi dalam dirimu, lancarkan dan seimbangkanlah.". "Jika darah mampet, lancarkanlah". "Jika fikiran tertekan, lancarkanlah". "Jika sakit akut dan kronis, sehatkanlah".
"Bergetarlah sel-selku".
"Selaraskan energi diantara sel-selmu".
"Sembuhlah...sembuhlah...sembuhlah..."
Terima kasih...terima kasih...terima kasih."
Metode berbicara secara langsung dengan sel-sel anda atau organ tubuh anda yang sakit adalah metode penyembuhan dengan kekuatan jiwa.
Sederhana tapi efektif.
Anda akan melihat perubahan-perubahan positif akan terjadi.
Sakit akan kembali sembuh.
Berapa lama dan berapa kekuatan energi jiwanya?... itu tergantung berapa kadar keikhlasan dan kepasrahan anda.
Wah Kang Agus sudah jelaskan mulai dari awal yaitu mulai dari arti katumbiri (pelangi), ruh, jiwa, sel, atom dll. Mudah-mudahan bisa dimengerti.
Mengerti?...
Jelas!.
Okelah kalau begitu.
Semoga bermanfaat.
(Salam... Kang Agus Katumbiri Bogor).

Rabu, 22 Juli 2009

GANGGUAN KESEHATAN PSIKOSOMATIS DAN PENYEMBUHANNYA

Apakah anda mendapat gangguan kesehatan seperti merasa lelah, dada sesak, diare atau mual, muntah, sakit perut, kulit gatal, pusing bahkan merasakan sakit saat berhubungan intim dan sudah diperiksa secara medis tetapi kata dokternya anda tidak apa-apa karena tidak ditemukan adanya masalah.
Mengapa ?
Ini disebabkan karena apa yang diderita atau dikeluhkan oleh pasien ternyata tidak sesuai dengan fakta objektif yang ditemukan pada pemeriksaan secara medis melalui laboratorium. Maka inilah yang disebut sebagai psikosomatis.
Berbagai keluhan pada setiap orang akan berbeda. Tergantung dari sistem tubuh yang diserang. Semua yang dirasakan ini sebetulnya merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk melindungi diri sendiri dari serangan emosional yang datang dari fikiran alam bawah sadar kita.
Psikosomatis menurut ilmu kedokteran artinya penyakit fisik (somatik) yang disebabkan atau dipengaruhi oleh faktor psikologis (jiwa) seperti kecemasan, perasaan berdosa, kecewa, sakit hati, iri hati, stress, depresi atau masalah emosi negatif lainnya. gangguan kesehatan ini tidak hanya ada pada orang desa saja akan tetapi anak-anakpun dapat mengalaminya.
Hal ini dikarenakan adanya keterkaitan yang sangat erat sekali antara jiwa dan raga. Jiwa dan raga adalah satu kesatuan yang utuh. Jika jiwa terganggu maka raga/badan akan terganggu pula. Jika jiwa sakit maka raga akan sakit pula. sebagai contohnya adalah jika kita merasa cemas atau ketakutan itu akan dapat mengakibatkan jantung berdetak dengan cepat dan keras, dada sakit, mulut kering dan kesulitan bernafas.
Psikosomatik akan mempengaruhi setiap jengkal kehidupan kita seperti kebiasaan, perilaku, cara berfikir (mental blocking, temperamental, stress, depresi), dan cara bekerja yang akhirnya akan membuat diri kita tidak berhasil dalam menjalani kehidupan (pendidikan, karir, pergaulan, perjodohan, rumah tangga dll).
Karena melibatkan faktor jiwa dan raga, maka seharusnya metode penyembuhannya harus secara holistik yang melibatkan 4 unsur yaitu :
Pertama adalah penyembuhan di tubuh fisik (raga) pasien secara medis. Sebagai contoh, yang merasa punya gangguan pencernaan (maag) maka diberi obat maag atau yang diare diberi obat diare.
Ke-2 adalah penyembuhan di badan psikisnya (jiwa) pasien. Untuk penyembuhan secara medisnya dapat diberi obat antidepresan yang sesuai (tidak menyebabkan ketergantungan pada pasien sehingga aman untuk dikonsumsi). Penyembuhan lainnya bisa di hipnoterapi atau menghubungi psikolog
Yang ke-3 adalah penyembuhan di ruang lingkup pasien seperti memberikan pengertian kepada keluarganya, teman-teman dekatnya, atau tetangga sekitar).
Untuk penyembuhan ke-4 adalah dengan mengajak pasien kearah spiritual seperti melakukan zikir, meditasi atau doa bersama yang berguna untuk merileksasi fikiran.
Jika anda merasa mempunyai masalah kesehatan psikosomatis maka di Katumbiri Bogor kami melakukan proses penyembuhannya dengan melibatkan keilmuan Tetha healing dan hipnoterapi, meditasi dan berdoa bersama secara berkesinambungan tanpa melibatkan SARA. Terapi ini sudah terbukti aman dan dapat memberikan hasil yang maksimal karena kami sudah berpengalaman dalam menyembuhkan penyakit psikosomatis.
(Salam... Kang Agus Katumbiri Bogor).

Selasa, 21 Juli 2009

KANKER DAN PENYEMBUHANNYA

KATUMBIRI BOGOR:
Tiada hal yang lebih emosional (bingung, sedih, merasa tak berdaya, takut, putus asa) ketika di diagnosis menderita kanker (tumor ganas). Hati pasti terasa sangat hancur. Bayangan kematian menghantui. Ketakutan melanda dengan hebatnya karena belum siap mati dan belum siap meninggalkan semua hal yang ada dalam lingkup kehidupannya.
Berbagai bentuk gangguan emosional itu bahkan melebihi keganasan kanker itu sendiri.
Mengapa terjadi kanker?
Apa penyebab awalnya?
Semua pertanyaan ini pasti banyak menghinggapi kita.
Ada dua faktor yang mengakibatkan kanker.
Faktor pertama yaitu ganguan emosional (kesal, marah, benci, dendam, kesepian atau ada sesuatu keinginan yang belum kesampaian), terutama kurangnya keikhlasan dan kepasrahan dalam menjalankan hidup. Faktor yang kedua adalah faktor genetik, lingkungan, pola makan, kurang olahraga.
Secara detilnya kanker disebabkan oleh adanya penumpukan atau kelebihan energi terkumpul diruang-ruang diantara sel-sel sehingga menyebabkan penyumbatan energi. Energi-energi ini mempunyai kerapatan tinggi sehingga tidak dapat mengalir ke sel-sel organ tubuh yang lain dengan cepat.
Penyumbatan energi inilah akan mengakibatkan Bentuk, Membran dan Inti sel akan mengalami perubahan. Penyumbatan energi inilah awal menjadikannya sel-sel penyebab kanker dan kemudian berkembang biak menjadi sel-sel kanker.
Dengan kata lain, energi ini akan selalu memproduksi sel-sel kanker baru dengan sendirinya dan memiliki potensi untuk menyerang dan merusak jaringan / organ tubuh yang berdekatan.
Solusinya gimana dong????..... Solusinya adalah:
1. Melepaskan semua gangguan emosional (kesal, marah, benci, dendam dll).
2. Berdoa kepada TUHAN dengan doa yang tidak meminta dan doa yang tidak memaksa.
3. Pasrahkan, ikhlaskan dan ucapkan terimakasih kepada Tuhan YME atas semua hal yang sudah, sedang dan akan terjadi dalam hidup ini.
4. Jangan jadikan anda budak dari ketakutan. Nikmati hidup, tersenyumlah dan tertawalah dengan riang gembira.
5. Berusaha menyembuhkan oleh diri sendiri. Caranya adalah : Dengan mengurangi penyumbatan energi yang tidak lancar dengan cara di alirkan kelebihan energi itu ke organ tubuh lain yang memerlukan energi atau juga bisa kita buang energi tersebut lalu bersihkan organ-organ yang dihinggapi kanker tersebut dengan cara mengibaskan tangan ke arah organ tubuh yang dihinggapi kanker atau di buang dengan teknik grounding.
Setelah itu, dengan jari telunjuk tangan kanan, tunjuklah dimana kanker itu bersarang. Tarik nafas... simpan diperut 3 hitungan... lepaskan nafas dengan perlahan lewat mulut. Bayangkan ada sebuah aliran energi melalui telunjuk tangan kanan memancar ke arah kanker tersebut. Bayangkan energi tersebut menggetarkan dengan cepat sel-sel kanker. Bayangkan pemancaran energi ini akan menyebabkan penyumbatan/kerapatan energi di antara sel-sel itu berkurang dan mengalir ke organ-organ tubuh yang lain.
Tidak usyah khawatir, energi disekitar kankerlah yang dipindahkan atau dialirkan dan bukan sel-sel kankernya.
Jika energi ini mengalir terus menerus, sel-sel kanker secara berangsur angsur akan berubah menjadi sel-sel kanker yang normal.
Teknik penyembuhan oleh diri sendiri ini haruslah di lakukan secara konsisten agar kanker dapat di hilangkan/disembuhkan dengan cepat.
Perlu waktu berapa lama Kang Agus?.... Wah, itu sih tergantung ke-konsistenan dalam melakukan terapi Medis (Dokter) dan Non Medis (Praktisi energi chi/prana/ki, akupresur, refleksi, herbalis) dan terapi Psikis (Psikolog, Psikiater, Hipnoterapis) dan yang terpenting adalah tergantung tingkat keikhlasan dan kepasrahan anda dalam berdoa dan menjalankan hidup. Itu saja.
Mudah-mudahan bermanfaat. Amien.
(Salam... Kang Agus Katumbiri Bogor).

Minggu, 19 Juli 2009

NEUROPATI (GANGGUAN PADA SISTIM SARAF)

KATUMBIRI BOGOR :
Jika merasa diujung jari kedua kaki sering terasa panas dan kadang seperti ditusuk-tusuk jarum. Otot perut kadang terasa kaku dan pinggang kadang sakit. dan sudah mengecek darah, kolestrol, gula darah dan asam urat dan hasilnya semua normal.
Lalu kira–kira apa penyakitnya ya?
Bagaimana cara mengatasinya ya?
Sahabat, gejala yang dialami yakni adanya rasa panas seperti ditusuk–tusuk jarum pada ujung jari, bahkan pada beberapa individu dirasakan sebagai rasa kesemutan, baal atau kebas adalah gejala neuropati/gangguan pada sistem saraf.
Mengenai penyebab dari neuropati itu sendiri ada bermacam–macam, antara lain karena adanya penyakit kencing manis, penyakit peradangan pembuluh darah, dapat juga disebabkan karena adanya gangguan pada sistem saraf itu sendiri, misalnya adanya jepitan/penekanan cabang dari saraf tulang belakang (HMP).
Sedangkan otot perut yang terasa kaku dan pinggang yang sakit, bisa merupakan satu kesatuan gejala dari penekanan cabang saraf tulang belakang yang diakibatkan spasme/ kontraksi otot atau adanya penjalaran nyeri dari tulang belakang itu sendiri. Namun, bisa juga diakibatkan oleh hal lain.
Untuk mendiagnosis lebih lanjut mengenai penyebab dari gejala yang dialami, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis saraf atau dokter spesialis penyakit dalam terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan perlunya dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter dan apabila diperlukan maka bisa dilakukan pemeriksaan penunjang lebih lanjut seperti rontgen / MRI tulang belakang.
Setelah itu jangan di lupakan untuk di terapi dengan memakai energi / chi. Hal ini perlu dilakukan agar proses penyembuhan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Karena penyembuhan ke medis dan non medis juga perlu di lakukan.
Penyembuhan memakai energi/chi (non medis) adalah penyembuhan komplementer/pelengkap atau penyempurna dari penyembuhan secara medis.
Dengan penyembuhan memakai energi/chi maka energi negatif yang ada dalam penyakit neuropati akan diambil dan diganti dengan energi/chi positif.
Hal ini tentunya berguna sebagai penunjang kesembuhan.
Akhirnya, apapun penyakit kita, semuanya harus kita serahkan dengan penuh kepasrahan dan keikhlasan kepada TUHAN YME. Manusia (dokter, terapis dan pasien) akan, sedang dan telah berusaha dengan maksimal tetapi semua itu TUHAN yang menentukan.
Semoga kesembuhan menjadi sahabat kita disetiap saat. Amien.
Demikian untuk di simak.
(Salam... Kang Agus Katumbiri Bogor).

Rabu, 08 Juli 2009

AKUPRESUR / REFLEKSI DI KATUMBIRI BOGOR

Akupresur adalah sebutan dari sebuah teknik pengobatan yang berasal dari negeri tiongkok sedangkan refleksi adalah sebutan dari dunia barat. Akupresur/refleksi adalah bagian dari terapi komplementer (pelengkap). Tekniknya dengan memberikan pijatan/penekanan pada titik-titik syaraf tertentu pada tubuh manusia dengan menggunakan jari, siku, kayu, gading atau tuang hewan yang dibentuk.
Tujuan pemijatan/penekanan ini adalah untuk memperlancar aliran darah dan energi vital/chi sehingga terjadi proses penyembuhan dengan cepat berbagai penyakit.
Penyakit ternyata timbul karena adanya gangguan, ketidakseimbangan atau tersumbatnya aliran darah (penyakit medis), aliran energi vital/chi (penyakit non medis) serta terganggunya fikiran seseorang (penyakit psikis) dan itu semua bisa disembuhkan dengan akupresur atau refleksi.
Akupresur/refleksi memiliki kelebihan dibanding teknik penyembuhan yang lain yaitu tidak menggunakan obat-obatan dan jamu-jamuan untuk proses penyembuhannya. Hal ini dikarenakan tubuh dapat memproduksi sendiri anti panas dingin, anti biotik, anti rasa sakit, anti depresan dll
Di Katumbiri Bogor, pasien tidak hanya ditekan/dipijat saja tetapi juga diselingi oleh teknik “sentilan, tepukan dan tamparan” yang dapat mempercepat proses penyembuhan dan juga ada pencabutan energi/chi kotor serta pentransferan energi/chi yang bersih (ala chi kung).
Disentil dan ditampar?... Sakit dong?... Tenang.... anda tidak akan merasakan rasa sakit seperti yang anda bayangkan.
Klo ga percaya silahkan buktikan sendiri.
Yang ada anda akan merasa enak, nyaman, santai, rileks, damai dan segar bugar (banyak yang sudah membuktikannya bahkan tangan terapis sendiri, Kang Agus, yang harus dipijat akibat banyaknya pasien he he he). Hal ini dikarenakan tercapainya relaksasi dalam proses penyembuhan menggunakan akupresur/refleksi ala Katumbiri Bogor.
Manfaat Akupresur/Refleksi tidak hanya untuk penyembuhan saja tetapi juga bermanfaat untuk yang lain seperti :
1.Dapat juga mencerdaskan dan meningkatkan daya ingat.
2.Mengurangi ketegangan, kelelahan, stress dan trauma emosional.
3.Detoksifikasi racun yang telah lama mengendap dalam tubuh.
4.Meningkatkan imunitas/kekebalan tubuh.
5.Harmonisasi aliran chi (Yin dan Yang dalam tubuh dapat diseimbangkan).
6.Menunjang kecantikan (membuat wajah bersih, kencang dan sehat sehingga aura terpancar dengan bagus).
7.Menciptakan fikiran yang positif.
8.Menyelaraskan mental dan emosional.
9.Meningkatkan kehidupan seksual.
10.Mempercepat penyembuhan dan pemulihan kembali gerak otot motorik (untuk stroke).
11.Tidak memakai jarum sehingga anda tidak merasa takut dan ngeri.
PENYAKIT-PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN AKUPRESUR/REFLEKSI :
ketegangan, pegal pegal, keletihan, kemarahan, cemas, stress, depresi, nyeri leher, nyeri sandi, migren, sakit kepala, vertigo, masuk angin, insomnia, penuaan dini, kembung, sakit punggung, sembelit, susah BAK/BAB, nyeri sendi, rematik, asam urat, sesak nafas (flu, asma, bronkhitis), demam, kencing manis, darah tinggi, hepatitis, jantung koroner, gagal ginjal, stroke, kanker (asal yang belum pecah), dan penyakit lainnya.
NB: Ibarat mobil atau motor setelah sekian lama dipergunakan tentunya harus di servis agar enak dipergunakan kembali.
Begitupun dengan raga dan jiwa.
Raga dan jiwa juga perlu di servis secara berkala.
Badan raganya di servis dengan akupresur/refleksi di seluruh bagian badan raga.
Sedangkan servis untuk jiwa silahkan perbanyak dengan ikhlas aktifitas agama atau keyakinan anda.
(Salam... Kang Agus Katumbiri Bogor).

Kamis, 02 Juli 2009

HAL-HAL YANG MENENTUKAN DALAM BELAJAR METAFISIKA

KATUMBIRI BOGOR :
Banyak orang yang merasa belum bisa, tidak bisa dan merasa gagal dalam belajar ilmu metafisika. Hal ini dimungkinkan karena mereka belum mengerti inti dari ilmu metafisika. Banyak yang berfikiran jika sudah ikut perguruan ini itu langsung bisa. Hal tersebut tidak tepat. Semua butuh proses.
Posisi orang yang mengajarkan ilmu metafisika itu ibarat guru di kelas. Guru memberikan pelajaran kepada semua murid dengan bahan dan metode yang sama akan tetapi tidak semua murid dapat mengikuti pelajaran yang diberikan guru didalam kelas karena banyak faktor yang menentukan seperti : waktu yang singkat dalam belajar dikelas, stamina dan kesehatan, daya tangkap dan kecerdasan, keuletan dalam belajar dan bertanya, sabar dalam mendengarkan dan mempraktekkan, konsentrasi dalam mengikuti pelajaran, bakat dan senangnya di pelajaran apa, dan banyak lagi.
Sekali lagi semua kembali kepada keuletan, kesabaran dan kesungguhan masing-masing murid.
Ada beberapa faktor yang paling menentukan berhasil tidaknya dalam belajar ilmu metafisika.
Antara lain :...
1. IKHLASKAN (bukan YAKIN) : Banyak sekali yang belajar ilmu metafisika mempunyai hasrat (nafsu) yang besar untuk segera dapat menguasai dan mendapat manfaat dari ilmu yang didapat. Harap di ingat, semakin kita bernafsu semakin kita tidak memperoleh energi dan hasil, bahkan bisa mengakibatkan kehilangan energi dan momentum. Coba setiap kali jika kita ingin, akan atau sudah mempraktekkan salah satu dari pemanfaatan ilmu metafisika (misalkan keinginan untuk segera punya jodoh) setelah kita mengumpulkan energi plus di iringi afirmasi/doa, segera kita langsung lemparkan energinya ke alam semesta. Jangan mengingat-ingat lagi, jangan bernafsu memperoleh hasil dengan cepat, segera mengikhlaskan diri, pasrahkan dan serahkan pada alam. Biarkan alam yang bekerja dan itu membutuhkan proses dalam pembentukannya. Demi masa. Dan ingat, serahkan semua itu kepada TUHAN YME karena biar bagaimanapun semua itu harus ada ijin dan ridhoNYA.
2. PROSES PEN-CHARGER-AN : Seperti HP, digunakan atau tidak digunakan, energi dalam baterai pasti menurun dan harus selalu di charge. Demikian juga dengan energi. Setelah melaksanakan proses pembangkitan dan pengaktifan, energi kitapun harus selalu di charge. Omong kosong jika kita punya energi yang besar tanpa selalu melakukan proses pen-charger-an energi sesuai yang diajarkan secara konsisten dan persisten.
3. SABAR DAN TABAH : Jika kita akan, sedang bahkan sudah mengamalkan ilmu metafisika maka kesabaran dan ketabahan harus ada dalam diri kita. Banyak dari kita merasa kecewa, merasa tidak bisa, merasa gagal, bertumbangan dan akhirnya menyalahkan ilmu dan orang yang sudah bersusah payah memberikan dan mengajarkan ilmunya. Mereka tidak menyadari bahwa ada seleksi alam untuk menentukan bersih tidaknya niat dan menentukan kuat lemahnya bathin kita dalam proses pencapaian maksud.
4. NAFSU YANG BESAR (INGIN INSTAN HASILNYA) : Instan dalam proses pembangkitan dan pengaktifan energi adalah memungkinkan tapi untuk cepat memperoleh hasil dari suatu maksud itu tetap butuh proses. Banyak yang menduga bahwa sekali saja datang dan belajar ilmu metafisika ke suatu tempat/perguruan itu langsung bisa. Itu kurang tepat. Bagaimanapun kita butuh pengorbanan, ketekunan, kesabaran, ketabahan dalam proses pemanfaatan energi metafisika. Ingat, semakin kita bernafsu semakin kita akan kehilangan manfaat dan momentumnya.
5. KEPEKAAN DAN KERAGUAN : Kepekaan itu penting tapi bukan yang utama. Pada saat proses pembangkitan dan pengaktifan energi ada beberapa orang (persentasenya kecil) yang merasa tidak merasakan adanya sensasi-sensasi (hawa hangat, dingin, setrum kecil, getaran, gerakan dll) dan ketiadaan kepekaan itu tidak menjadi masalah karena yang terpenting adalah praktek pembuktian bahwa energi metafisika sudah bangkit dan aktif pada saat setelah proses pembangkitan energi dilakukan. 100 persen pasti bisa melakukan praktek pembuktian tersebut ( jujur saja, anda yang pernah datang ke Katumbiri Bogor pasti sudah mempraktekkan dan membuktikan adanya energi setelah pembangkitan dan pengaktifannya kan? ). Jadi sekali lagi kepekaan bukan hal yang utama.
Sayangnya setelah proses pembangkitan dan pulang dari rumah Kang Agus, banyak yang timbul keraguan.
benar ga ya?....
bisa ga ya saya?....
berfungsi ga ya energi saya?....
bisakah saya manfaatkankah afirmasi/doa yang ada di diktat?...
dan berbagai pertanyaan-pertanyaan lainnya.
Keraguan datang dan menghinggapi dengan ganasnya.
Padahal Kang Agus sudah menulis di blog Katumbiri Bogor dan sudah sering menekankan pada saat pertemuan bahwa buang saja keraguan, buang saja keyakinan, bangkitkan keikhlasan, bangkitkan kepasrahan (jangan pakai ilmu yakin tapi pakai ilmu ikhlas, pakai ilmu pasrah) karena pada saat ikhlas dan pasrah itulah sesungguhnya energi bekerja dengan dahsyat. Itu disebabkan daerah kerja rasa ikhlas dan pasrah itu ada di gelombang bawah sadar (alpha, tetha dan delta).
Doa/afirmasi pada saat kondisi sadar (betha) itu kebanyakan adalah doa/afirmasi yang meminta dan memaksa TUHAN. (kata TUHAN... "siapa elu... berdoa minta-minta sambil memaksa." hehehehe).
Coba akses gelombang bawah sadar anda. Akses kondisi tenang, hening dan suwung. Pasrahkan dan ikhlaskan doa/afirmasi dan energi anda kepada alam dan TUHAN YME. Begitu bro and sis.
Sekali lagi, bisa dimengerti?..... he he he......
6. TENANG, HENING DAN SUWUNG : Tidak ada gunanya jika kita selalu mencharge energi setiap hari, tiada gunanya jika kita selalu berpuasa setiap hari, tiada gunanya jika kita rajin membaca wirid, amalan, afirmasi atau doa-doa setiap waktu jika kita tidak dapat mengakses kondisi tenang, hening, suwung (alpha, tetha dan delta). Cara yang cepat untuk mengaksesnya gimana Kang? Ada caranya. Hanya butuh beberapa detik saja. Caranya?... Nanti diberitahu jika ikut pelatihan TETHA HEALING He he he....
CATATAN :
Demikian beberapa faktor yang menentukan dalam belajar dan mengamalkan ilmu metafisika.
Sebagai Praktisi, Kang Agus, dengan segala kerendahan hati mohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam prosesnya masih belum bisa memuaskan keinginan anda. Sebagai manusia saya akan selalu belajar menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Intinya, saya sebagai manusia hanyalah manusia biasa yang mempunyai banyak keterbatasan.
Dan jangan lupa, sekali lagi, faktor keikhlasan dan kesabaran anda serta faktor Ijin dan Ridho TUHAN Sang Pencipta, Pemilik dan Penguasa Alam semesta juga sangat menentukan.
(Salam... Kang Agus Katumbiri Bogor).